Postingan

Kartini Day

  Perjuangan Kartini Bukan Bualan Belaka Yayuk Windarti Setiap tanggal 21 April mengingatkan kita akan sesosok wanita yang berhasil menggulingkan kekaisaran maskulin di Indonesia. Beliau adalah R.A Kartini, seorang bangsawan Jawa. Meskipun berdarah biru tak lantas membuat R.A Kartini menutup mata akan ketidakadilan yang menimpa wanita-wanita Indonesia. Sisa-sisa perjuangan R.A Kartini menjelma dalam setiap nafas wanita Indonesia. Berangkat dari perjuangannya, wanita Indonesia berani menggebrak kodratnya yang dikata selalu bersembunyi di ketiak laki-laki. Ada peribahasa Cina yang mengatakan bahwa perempuan menjunjung separuh dari langit. Yah separuh, tapi yang lebih berat ketimbang yang separuhnya lagi. Tetapi realita pahitnya masih banyak wanita yang hidup dalam ketakutan. Hak-hak mereka diinjak dan dirampas lewat kekerasan, pemerkosaan, dan pembungkaman kebebasan. Para lelaki takut apabila wanita duduk sejajar dengan mereka. Ini bukan hanya soal pengakuan kedudukan wanita...

Peringatan Koferensi Asia Afrika

Gambar
Menolak Lupa Semangat Konferensi Asia Afrika 1955 Rizqi Gilang Pratama “Menolak lupa” itulah kalimat yang sering kita baca atau dengarkan dari berbagai fenomena besar yang dikenang dan diingat masyarakat Indonesia. Melihat hal itu kami saat ini akan menolak untuk lupa bagaimana prestasi Indonesia dalam ranah diplomasi luar negeri saat menjadi penyelenggara Konferensi Asia Afrika. Prestasi tersebut sangat berdampak untuk Indonesia kini.             Tepat tanggal 18 April adalah peringatan 62 tahun Konferensi Asia Afrika yang dilaksanakan di Bandung 1955. Keadaan dunia  kala itu diwarnai dengan perang dingin antara Blok Barat dengan ide kapitalis yang dipimpin Amerika Serikat dan Blok Timur dengan ide sosialis yang dipimpin oleh Uni Soviet. Beberapa kepala Negara dari Asia Afrika yang menyadari akan hal itu berusaha untuk tidak masuk dalam perang dingin tersebut dan lebih memilih untuk membangun Negara mereka masin...

International Women's Day

Gambar
Bikin Bangga Jadi Perempuan Karya: Ledian Lanis, 10 September 2016 Sumber: Kalatida.com Ini bukan hari Kartini. Bukan pula hari perempuan. Tapi tunggu dulu, apakah menulis tentang perempuan harus nunggu momen-momen seperti itu? Atau harus nunggu kasus paling ngeri membludak dibertitakan semua televisi dan Koran-koran dulu? Sepertinya tak harus begitu, apalagi sampai sekarang kasus kekerasan pada perempuan masih bejibun. Belum lagi baru-baru ini kita (atau mungkin cuma saya) ditonjok kejadian alay lebay karena cinta cintaan yang dilakoni Awkarin, itu lho youtubers dan selebgram yang eksis habis. Awkarin yang diputusin cowoknya mengupload video di youtube sambil menangis-nangis curhat ke netizen. What a dramaqueen! Melihat dua masalah ini, kasus kekerasan pada perempuan dan kealayan Awkarin. Saya merasa tak etis saja rasanya jika tak menulis tentang perempuan. Apalagi saya perempuan. Dan saya bangga jadi perempuan. Soalnya bukan masalah ala kadar. Apalagi mel...

Temu Mata 2016

Gambar
Temu Mata 2016 : Dibalik Rupa Topeng Malangan Pameran Foto dan Artefak Temu Mata Antropologi 2016             Temu Mata Antropologi menjadi acara puncak dan terbesar yang diadakan oleh HIMANTARA Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya setiap tahunnya. Pada tahun ketiga ini, Temu Mata Antropologi mengangkat tema Seni Pertunjukan Tari Topeng dibalik Rupa Topeng Malangan , sebagai bentuk pelesetarian dan memperkenalkan budaya seni Indonesia. Temu Mata Antropologi tahun ini memiliki tiga rangkaian acara dengan dua acara puncak, yaitu pameran foto dan artefak, pagelaran seni, dan seminar. Temu Mata Antropologi dimulai pada tanggal 16 – 19 November 2016.             Pameran berisi 25 foto mengenai aspek-aspek dalam seni pertunjukan yang diambil oleh mahasiswa Antropologi 2015. Seperti foto pertunjukan Topeng Malangan, pertunjukan wayang, para sinden yang sedan...