Jumat, 21 April 2017

Kartini Day

 Perjuangan Kartini Bukan Bualan Belaka
Yayuk Windarti

Setiap tanggal 21 April mengingatkan kita akan sesosok wanita yang berhasil menggulingkan kekaisaran maskulin di Indonesia. Beliau adalah R.A Kartini, seorang bangsawan Jawa. Meskipun berdarah biru tak lantas membuat R.A Kartini menutup mata akan ketidakadilan yang menimpa wanita-wanita Indonesia. Sisa-sisa perjuangan R.A Kartini menjelma dalam setiap nafas wanita Indonesia. Berangkat dari perjuangannya, wanita Indonesia berani menggebrak kodratnya yang dikata selalu bersembunyi di ketiak laki-laki.
Ada peribahasa Cina yang mengatakan bahwa perempuan menjunjung separuh dari langit. Yah separuh, tapi yang lebih berat ketimbang yang separuhnya lagi. Tetapi realita pahitnya masih banyak wanita yang hidup dalam ketakutan. Hak-hak mereka diinjak dan dirampas lewat kekerasan, pemerkosaan, dan pembungkaman kebebasan. Para lelaki takut apabila wanita duduk sejajar dengan mereka. Ini bukan hanya soal pengakuan kedudukan wanita. Lebih dari itu, wanita berhak berkuasa atas dirinya sendiri. Wanita berhak untuk bersuara dan berpendidikan tinggi sama halnya dengan laki-laki. Wanita pun layak untuk berekspresi dan bersaing dengan mereka.
R.A Kartini hadir dan membukakan pintu untuk wanita yang  selalu menelan pil pahit. Ia menumpas diskriminasi yang diciptakan kaum lelaki terhadap wanita. R.A Kartini menyadarkan kita bahwa peribahasa Jawa, wanita bertugas masak, macak manak,  kini sudah tidak relevan lagi. Sebab ada banyak celah salah tafsir oleh laki-laki akan ketiga hal tersebut. Lingkar kebebasan wanita tak lagi sekedar dapur belaka. Wanita Indonesia kini berani ikut duduk di kursi pemerintahan menentukan masa depan bangsa.
Perjuangan wanita-wanita Indonesia menciptakan kenyataan akan adanya kesetaraan gender. Wanita Indonesia tak lantas memunggungi sejarah akan betapa lemahnya mereka dahulu kala. Setiap waktu mereka bangkit dan menyadarkan diri bahwa mereka makhluk yang berharga. Wanita berhak mengepakkan sayapnya dan menggebrak diskiminasi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

SELAMAT HARI KARTINI PEREMPUAN INDONESIA!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar