Senin, 06 April 2015

Bedah Film Etnografi Atropologi "The New Rules Of The World "

             Hai, salam kerabat!! Kali ini Himantara akan memberikan sekilas tentang acara bedah film yang diselenggarakan oleh divisi PSDM. Ini merupakan program kerja pertama setelah diadakannya pergantian masa jabatan. Oh ya, sebelumnya perkenalkan, ketua himpunan mahasiswa dari Antropologi Brawijaya adalah Lina Agnesia. Meskipun ketua kita perempuan tapi orangnya tegas banget lho haha. oke, sekedar basa-basi aja ya ini tadi, sekarang mari kita baca sekilas hasil mengenai bedah film yang berjudul ''The New Rules Of The World'' :)
          Bedah film etnografi atau yang biasa dikenal dengan layar tancep adalah salah satu proker Himantara yang diadakan dua kali dalam satu periode. Layar tancep kali ini merupakan acara bedah film ketiga yang telah diadakan Himantara dan diadakan pada tanggal 20 maret 2015, tepat dimulai pada pukul 19.45 malam. Film yang diputar berjudul The New Rules Of The World dengan Ibu Siti Zurinani, M.A sebagai pemateri dan Bapak Manggala Ismanto, M.A sebagai moderator diskusi. Acara layar tancep dimulai dengan penampilan pembuka dari Obigbo Dance selama 4 menit, penampilan yang sangat meriah dan cukup membangun suasana acara layar tancep dan sekaligus sebagai simbolisme pembukaan acara bedah film etnografi.
            Negara berkembang atau sering disebut negara dunia ketiga merupakan pembahasan yang selalu menarik untuk diulas, terutama jika berkaitan dengan negara kita Indonesia. Negara berkembang yang selalu dibanding-bandingkan dengan negara maju memang selalu menjadi sebuah perbandingan yang tidak logis. Pandangan orientalisme yang sudah mengakar pada pola pikir masyarakat negara maju membuat negara berkembang semakin terlihat tidak berharga dan hanya dipandang sebelah mata sebagai pemenuh kebutuhan negara maju. Tentunya perkembangan yang terjadi antara negara maju dengan negara berkembang merupakan salah satu pengaruh globalisasi yang terjadi sejak adanya revolusi industri.
            Bapak Manggala mereview sedikit mengenai film The New Rules Of The World, film yang mengisahkan efek globalisasi pada Indonesia. Masyarakat yang harus bekerja dengan gaji dan jam kerja yang tidak wajar dan tidak sesuai dengan apa yang seharusnya mereka dapatkan karena sebuah keterpaksaan akibat situasi ekonomi yang tidak stabil saat itu.  Tidak heran jika Indonesia mulai menjadi negara yang sangat bergantung dengan negara maju.
            Review film yang disampaikan Bapak Manggala berlanjut pada sesi tanya jawab, Bapak Manggala mengulas bagaimana negara Indonesia seharusnya menangani efek globalisasi dan ketergantungan Indonesia pada negara maju. Selain itu, beliau juga mengupas sedikit bagaimana peran pemerintah dan negara maju serta bank dunia dalam situasi yang digambarkan dalam film tersebut. Jika dilihat maka teori dependensia ini memang cocok untuk merefleksikan situasi Indonesia saat ini.

            Indonesia dengan jumlah sumberdaya manusia yang sangat banyak namun kualitas pendidikan yang berbanding terbalik dengan kuantitas masyarakat membuat Indonesia harus bergantung pada negara maju untuk menopang industri keuangan negara secara tidak langsung. Ketergantungan yang secara tidak langsung membuat Indonesia hanya sebagai penyedia bahan dasar dari sumberdaya yang melimpah tanpa bisa memproduksi dan mirisnya kita ikut menjadi pembeli dari hasil produksi yang sebenarnya berasal dari negara sendiri. Bila bertanya bagaimana cara mengakhiri ketergantungan ini mungkin itu adalah sebuah hal yang tidaklah mudah, seperti pernyataan Bapak Manggala “Semua tergantung sumber daya manusia dan pemerintah yang memang harus melek serta pendidikan masyarakat yang harus ditingkatkan agar tidak mau serta merta hanya bisa menerima dan terus-terusan dibodohi”.

1 komentar: